# Panduan Kerja Agen AI (Agent Workflow & Vibe Coding) Dokumen ini memandu pengembang manusia dan arsitek AI dalam mengarahkan agen coding (*coding agents*) untuk bekerja secara aman, presisi, dan bebas dari halusinasi teknis. --- ## 1. Protokol Inisiasi Agen (Prompting Discipline) Sebelum menugaskan agen AI, instruksi harus mencakup 5 elemen wajib: 1. **Tujuan Spesifik**: Masalah atau fitur yang ingin diselesaikan. 2. **Boundary Direktori**: Folder dan file yang diizinkan untuk diedit. 3. **File Terlarang**: File yang tidak boleh disentuh (misal: skema database saat mengerjakan UI). 4. **Perintah Verifikasi**: Command pengujian yang wajib dijalankan sebelum menyatakan selesai. 5. **Kriteria Keberhasilan (Acceptance Criteria)**: Indikator konkret (misal: "semua 20 test di apps/pos lulus"). --- ## 2. Pola Kerja Agen: Read → Plan → Edit → Verify → Report ```mermaid flowchart TD A["1. Read & Audit
Baca source code & test yang ada"] --> B["2. Minimal Plan
Rencanakan perubahan terkecil"] B --> C["3. Implement
Edit kode tanpa dummy/placeholder"] C --> D["4. Verify
Jalankan test suite & build"] D --> E{Apakah Ada Error?} E -- Ya --> C E -- Tidak --> F["5. Honest Report
Laporkan output aktual & sisa hutang teknis"] ``` --- ## 3. Aturan Anti-Drift (Vibe Coding Without Engineering Drift) 1. **Dilarang Melakukan Mocking Sembarangan**: Agen tidak boleh mengganti API call sungguhan dengan data hardcoded palsu untuk "mengelabui" tes. 2. **Dilarang Mengubah File di Luar Lingkup**: Jika ditugaskan membetulkan bug di POS, agen tidak boleh memformat ulang atau mengubah file di ERP. 3. **Preservasi Kontrak**: Jangan pernah mengubah nama kolom database atau field JSON payload tanpa persetujuan eksplisit. 4. **Verifikasi Wajib Sebelum Klaim Sukses**: Agen tidak boleh menyatakan tugas selesai hanya berdasarkan asumsi atau kode yang baru ditulis; agen harus mengeksekusi tes melalui terminal dan membaca output status exit code 0.